Tuesday, 19 November 2013

JANJI RASULULLAH UNTUK AKHIR ZAMAN

Akan keluar dari sulbi ini (Sayidina Ali KW) seorang Putera yang akan memenuhkan bumi ini dengan keadilan. Maka apabila kamu meyakini yang demikian itu, hendaklah kamu turut menyertai Putera dari Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelah Timur dan dialah pemegang panji-panji al-Mahdi. (Hadis Riwayat At-Tabrani)
Di kalangan umat Islam masa kini ada yang menyangkal bahwa Rasulullah saw. telah mengatakan sesuatu kejadian sebelum hal tersebut terjadi. Mereka katakan, “Rasulullah bukan peramal!” Perkataan mereka tersebut benar, tapi kurang tepat. Memang Rasulullah saw. bukan peramal. Ketika Rasulullah mengatakan sesuatu tentang masa depan baginda bukan meramal, melainkan menceritakan berita dari Allah Ta’ala yang sampai padanya.

Jadi apa yang disampaikan Rasulullah bukan menebak, melainkan menceritakan sesuatu yang pasti terjadi. Karena itulah baginda disebut “shadiqul masduq”, perkataannya benar dan dibenarkan oleh Allah Ta’ala. Rasul-rasul yang terpilih memang diberi pengatahuan ghaib termasuk tentang peristiwa yang belum terjadi sesuai Firman Allah dalam Al Quran: “Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya.” (QS. Ali Imran: 179)
Rasulullah sendiri telah menceritakan perkara-perkara masa depan hingga kiamat seperti diberitakan oleh hadis berikut ini: “Amr bin Akhtab Al-Anshari ra. berkata: Rasulullah saw. mengerjakan shalat subuh bersama kami. Beliau naik ke atas mimbar dan menyampaikan khutbah sampai tiba waktu zhuhur. Kemudian beliau turun untuk mengerjakan shalat. Beliau naik lagi ke atas mimbar, sampai waktu shalat ashar. Lalu turun mengerjakan shalat ashar. Rasulullah saw. naik lagi ke mimbar sampai matahari terbenam. Beliau menceritakan keadaan hingga hari kiamat, sehingga kami mengetahuinya dan hafal.” (HR. Muslim)
Janji Rasulullah saw. yang telah terjadi
Di antara berita masa depannya tersebut, Rasulullah menceritakan tentang perjuangan umatnya di masa depan dan memastikan kemenangan mereka. Berkata Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Kerajaan Persia akan hancur, dan takkan ada lagi Raja Persia setelahnya. Kekaisaran Romawi juga akan hancur, dan tak ada lagi Kaisar Romawi setelahnya. Kalian akan membagi harta simpanan mereka di jalan Allah. Karena itu, perang adalah tipu daya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ada beberapa hadis lain lagi yang menceritakan bahwa Islam akan mengalahkan Romawi dan Persia. Kita tahu dari sejarah, setelah wafatnya Rasulullah tentara Islam di bawah Panglima Sayidina Khalid bin Walid ra. memberikan pukulan akhir pada pasukan Romawi di Syam dan dengan itu takluklah seluruh jajahan Romawi di Syam yang saat ini meliputi Syria, Jordan, Palestina dan Libanon.
Di masa pemerintahan Khalifah Umar ra. pasukan Islam di bawah Panglima Sayidina Sa’ad bin Abi Waqqash menaklukkan Persia. Saat itu bangsa Persia sebagian besar adalah penganut agama Majusi, penyembah api. Mereka beribadah di kuil-kuil api abadi mereka. Semasa lahir Rasulullah, api abadi mereka yang terbesar yang telah menyala ribuan tahun tiba-tiba padam.
Bermula dari penaklukan Iraq, pasukan Islam terus menaklukkan ibu kota Persia, Madain hanya dalam tempo 2 tahun. Sayidina Sa’ad ra. dengan pasukannya menaklukkan pasukan Persia yang sangat terlatih di bawah panglimanya Rustum yang sangat berpengalaman. Mereka merebut Qadisiyah dalam sebuah pertempuran yang sangat bersejarah karena untuk pertama kalinya pasukan Islam menghadapi tentara bergajah. Tapi karena bantuan Allah, pasukan Persia dapat dikalahkan. Dalam pertempuran ini pasukan Islam berjumlah sekitar 20.000 orang melawan lebih 200.000 prajurit Persia. Dalam pasukan Islam itu terdapat lebih 400 Sahabat Rasulullah dan di antaranya ada 99 orang Ahli Badar (peserta perang Badar).
Setelah merebut Babylon dan Madain, Istana Kisra Persia diduduki dan pasukan Islam mendapat ghanimah (rampasan perang) yang sangat besar. Mungkin yang terbesar dalam sejarah. Orang-orang Persia pun secara berangsur-angsur selama 200 tahun menukar agamanya menjadi agama Islam karena takjub dengan akhlak umat Islam. Maka tunailah apa yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya saw.
Dalam hadis lain Rasulullah saw. ada menyebut: ”Konstantinopel akan jatuh di tangan seorang pemimpin yang sebaik-baik pemimpin, tentaranya sebaik-baik tentara, dan rakyatnya sebaik-baik rakyat.” (Al Hadis)
Para Sahabat Rasulullah saw., tabi’in dan tabi’ut tabi’in terus berusaha membuktikan sabda Rasulullah ini. Mereka berulang kali mengadakan ekspedisi untuk menaklukkan Konstantinopel. Tercatat dari kalangan Sahabat ra. Sayidina Abu Ayyub Al-Anshari ra. yang ketika itu telah berusia lebih 80 tahun ikut berusaha menagih janji Rasul tersebut. Beliau syahid di medan perang dan dimakamkan di dekat tembok benteng Konstantinopel. Dari kalangan tabi’in ada Ibrahim bin Ad-ham rh. yang datang ke sana untuk membuktikan janji Rasulullah dan beliau pun syahid.
Ternyata janji Rasulullah itu baru terbukti lebih 800 tahun kemudian di tangan Sultan Muhammad Al-Fateh dari Dinasti Usmaniyah. Dengan jatuhnya Konstantinopel, jatuhlah seluruh wilayah Kekaisaran Romawi Timur ke tangan Islam.
Ayah Muhammad Al-Fateh, Sultan Murad telah mendapat kabar dari Syeikh Syamsuddin Al-Wali bahwa anaknya yang baru lahir itu yang akan menepati janji Rasulullah (lihat Kisah Teladan – red). Karena itu beliau telah mempersiapkan Muhammad Al-Fateh sejak kecil dengan diserahkan didikan agamanya pada Syeikh Syamsuddin dan didikan militernya pada panglima-panglima Turki yang paling berpengalaman hingga pada usia 19 tahun beliau telah siap menggantikan ayahnya menjadi sultan. Pada usia 21 tahun beliau memimpin pasukannya untuk menaklukkan Konstantinopel dan terbuktilah hadis di atas: Konstantinopel takluk!
Perjuangan kebenaran yang tak dijanjikan
Perjuangan kebenaran yang tak dijanjikan (tak disebut dalam Quran, hadis maupun firasat wali Allah) biasanya tak mencapai kejayaan di dunia. Misalnya untuk diambil contoh, perjuangan Pangeran Diponegoro. Meskipun dibantu orang-orang shaleh (sebagian bertaraf wali) dan memperoleh kemenangan besar dalam pertempuran, tapi tetap saja beliau kalah meskipun dengan kecurangan musuh. Perjuangan Hasan Al Banna pun tak mencapai kejayaan dunia. Tetapi berkat keikhlasan beliau dalam berjuang, Tuhan menganugerahkan kejayaan di Akhirat pada beliau: mati syahid.
Janji Rasulullah saw. untuk akhir zaman
Untuk umat Rasulullah di akhir zaman, sangat banyak janji Rasulullah yang dapat dibaca dalam hadis-hadis. Beliau telah berkata bahwa Islam akan bangkit untuk kedua kalinya (yang pertama di zaman baginda) di akhir zaman dan kebangkitan itu akan dimulai dari sebelah timur.
Rasulullah saw. bersabda: “Kalaulah tiada lagi sisa umur dunia ini kecuali satu hari saja niscaya Allah akan memanjangkan hari itu hingga diutus ke dunia ini seorang lelaki dari keturunanku atau keluargaku, namanya menyerupai namaku dan nama bapaknya menyerupai nama bapakku. Dia akan memenuhi bumi ini dengan keadilan dan seksama sebagaimana sebelumnya dipenuhi oleh kezaliman dan kejahatan.” (HR. Abu Daud dan At Tirmizi)
Juga sabda beliau: “Akan keluar dari sulbi ini (Sayidina Ali) seorang pemuda yang akan memenuhi bumi ini dengan keadilan dan seksama. Maka apabila kamu ingin melihatnya, maka wajiblah kamu bersama dengan Putera Bani Tamim, sesungguhnya dia datang dari sebelah timur dan dialah pemegang panji-panji Al Mahdi.” (HR. At Thabrani)
Dari Tsauban ra. katanya Rasulullah saw. bersabda, “Panji-panji Hitam akan datang dari arah timur, hati mereka bagaikan kepingan-kepingan besi. Siapa yang mendengar mengenai mereka, datangilah mereka walaupun terpaksa merangkak di atas salji.” (HR. Ibnu Majah, Al Hakim, Ahmad, Al Hafiz Abu Nuaim)
Jelas dalam hadis-hadis ini Rasulullah menjanjikan bahwa di akhir zaman Islam akan bangkit kembali dari arah timur dengan dipimpin oleh seorang keturunan Baginda saw. yang bergelar Imam Mahdi. Nama aslinya adalah Muhammad bin Abdullah, persis seperti nama Baginda saw. Dan jika kita ingin menyertainya, kita harus bersama dengan seorang yang bergelar Putra Bani Tamim yang datang dari timur meskipun terpaksa menempuh kesukaran (“merangkak di atas salju”). Putera Bani Tamim ini membawa panji-panji hitam (bendera pasukan Islam di masa Rasulullah saw.), yaitu sebuah perlambang bahwa dia akan membawa sebuah sistem hidup yang mencontoh sistem hidup Rasulullah saw. dalam segala aspek.
Rasulullah saw. dalam hadis-hadis lain juga menceritakan bahwa Imam Mahdi adalah seorang yang bertaraf khalifah. Kemunculan beliau akan terjadi setelah orang-orang dari timur (Putra Bani Tamim dan para pengikutnya) mempersiapkan tapak pemerintahannya.
Hadis-hadis tentang Imam Mahdi dan Putera Bani Tamim ini banyak dan lebih kurang 20 di antaranya berderajat shahih sehingga mencapai taraf mutawatir maknawi. Tentunya ini menjadi berita gembira bagi kita bahwa agama ini akan mencapai kejayaan untuk kedua kalinya dengan pemimpin dan para pejuang yang telah dijanjikan oleh Rasulullah saw.

MENCARI KETENANGAN JIWA

Fitrah semulajadi manusia inginkan ketenangan jiwa. Juga kebahagiaan jiwa menjadi idaman manusia. Kalau ketenangan dan kebahagiaan telah tergugat di dalam kehidupan manusia. Manusia tension, gelisah, marah-marah dan resah. Tapi bagaimana ketenangan dan kebahagiaan hendak wujud di dalam jiwa?! Kalau rasa bertuhan sudah tidak ada di dalam jiwa manusia. Bertindak di dalam menghadapi kehidupan tidak kira lagi dosa pahala. Nafsu haiwan disuburkan, cintakan dunia dipertajam. Kedua-duanya ini adalah pembunuh jiwa. Apabila jiwa mati atau buta, hilanglah ketenangan dan kebahagiaan. Di zaman ini seluruh dunia manusia resah dan gelisah. Ketenangan dan kebahagiaan jiwa sudah tidak ada. Manusia kecewa, manusia putus asa. Bertemu di antara satu sama lain rasa tegang sahaja. Bahkan benci dan membenci serta prejudis sesama manusia. Manusia sudah bingung tidak tahu lagi untuk mengubat penyakit jiwa. Kerana seluruh manusia sudah ditimpanya. Termasuk cerdik pandai dan profesor-profesornya. Maka hiduplah manusia tidak tentu matlamat dan tujuannya. Mundar-mandir tidak tentu hala. Kakinya berjalan mengikut perasaannya. Keadaan manusia sudah macam orang gila tapi tidak gila. Akibat ketenangan dan kebahagiaan sudah tidak ada.
Hati atau roh adalah hakikat kejadian manusia, kerana itu ia diberi keupayaan untuk merasa senang dan susah. Ia sangat sensitif terhadap apa yang berlaku, yang didengar, dilihat dan dirasai. Dari sanalah ia menentukan sikap manusia samada positif atau negatif.

Memang hakikat pencipaan hati oleh Allah SWT adalah suatu yang maha ajaib. Kelajuan perjalanan hati tidak terhitung dan ruang gerakannya tiada had. Hati atau roh tidak mati sewaktu jasad lahir manusia mati. Hati berpindah ke alam Barzakh dan seterusnya ke akhirat. Bagi orang mukmin yang suci hatinya dia dapat melihat di syurga kelak. Itulah dia hati manusia. Ia juga disebut roh. Tempatnya ialah di dalam hati jasmani. Hati rohaniah ini umpama burung yang bersangkar di dalam hati jasmaniah. Hati manusia berbeza dengan hati haiwan kerana hati manusia boleh menerima perintah dan larangan; ia disebut rohul amri. Manakala hati haiwan tidak bersifat demikian, ia disebut rohul hayah.
Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya: “Sesungguhnya di dalam diri manusia itu ada seketul daging. Jika baik daging itu, baiklah manusia. Jika jahat daging itu jahatlah manusia. Ketahuilah, itulah hati.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Hati boleh baik dan jahat.
* Rasa senang apabila ia dipuji.
* Rasa menderita apabila di keji.
* Rasa riak dan megah apabila mendapat kelebihan dan kejayaan.
* Rasa ujub (hairankan diri) apabila mempunyai kemampuan.
* Rasa rendah diri (inferiority complex) apabila ia mempunyai kekurangan.
* Rasa sombong dan angkuh apabila berkuasa atau ada ilmu atau ada kekayaan atau ada kekayaan.
* Rasa tidak senang (hasad) apabila tengok orang lain lebih.
* Rasa dendam apabila orang menganiayainya.
* Simpati dengan orang susah.
* Rasa keluh kesah apabila dapat susah.
* Rasa terhutang budi dan terima kasih pada orang yang menolong.
* Rasa gerun apabila berhadapan dengan perkara yang menakutkan.
* Rasa jijik apabila berhadapan dengan benda kotor.
Begitulah riak-riak hati yang beralih-alih kepada berbagai-bagai riak rasa dengan sendirinya, apabila dirangsang oleh faktor-faktor luar. Perasaan itu akan kemudian akan mempengaruhi sikap lahir manusia. Kalau rasa hati itu baik, baiklah tindakan manusia. Dan kalau rasa hati itu jahat maka jahatlah tindakan lahir manusia. Dengan kebolehan dan kuasa yang penting, hati seolah-olah raja yang bertakhta didalam diri manusia. Dialah yang menentukan baik buruk manusia. Akal adalah penasihatnya. Anggota-anggota lahir adalah rakyat jelatanya yang taat kepada arahannya. Nafsu dan syaitan adalah musuhnya. Demikian struktur kerja yang berlaku dalam diri manusia. Kita mesti memahami dan beri perhatian penting pada persoalan ini, kerana baik jahatnya kita bergantung pada hati serta pengurusan kita dalam hati. Siapa mengabaikan urusan hati, ertinya membiarkan dirinya berjalan dalam gelap. Nasibnya belum tentu selamat dunia dan akhirat. Hati boleh dididik.
Lihat apa kata Allah tentang hati.
Firman Allah: “Beruntunglah orang yang membersihkan hatinya dan rugilah siapa yang mengotorinya.” (Asy – Syams: 9)
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersih diri (dengan beriman ). Dan dia ingat nama tuhannya lalu dia sembahyang.” (Al – Ala: 14 – 15)
“Pada hari itu, tidak berguna lagi harta anak-anak. Kecuali mereka yang pergi menghadap Allah membawa hati yang selamat.” (Asy – Syuara: 88-89)
Di antara Sebab Jiwa Tidak Tenang
1. Banyak menzalimi orang
2. Banyak membuat dosa
3. Menghina dan menzalimi ibu atau bapa
4. Menzalimi dan menghina guru terutama guru yang menunjukkan kita ke jalan Akhirat
5. Tidak percaya wujudnya Allah Taala
6. Tidak mengharap lagi pertolongan Allah
7. Orang yang kena uji bila imannya lemah atau tidak beriman
Ketenangan itu berpusat atau berpaksi di dalam hati nurani. Ia perlu dijaga, kerana bila hilang ketenangan, hilanglah kebahagiaan. Bila hilang kebahagiaan, tidak ada lagi keindahan di dalam kehidupan sekalipun mempunyai kekayaan, duduk di dalam istana yang indah, memiliki isteri yang cantik, ada kuasa.
Bila ketenangan tidak ada, sentiasa keluh-kesah, apa sahaja dibuat serba tidak kena, makan rasa tidak sedap, tidur tidak lena, membuat sesuatu perkara tidak ada penumpuan lagi, selalu sahaja termenung, orang bercakap kurang diambil perhatian, sumbang di dalam pergaulan, membaca mengganggu untuk memahami, kawan-kawan ikut risau, mudah marah-marah, suka bersendiri, mudah merajuk, mudah tersinggung, tidak tahan sabar, tidak tahan tercabar, mudah jemu membuat kerja, makan minum, pakaian dan badan tidak terurus, kurang bertanggungjawab, tidak suka bercakap.
Orang yang berada di dalam tidak ketenangan, jika ketidaktenangan itu kuat dan kurang pula pelajaran selalunya tidak boleh dikontrol rasa tidak tenang itu, sama ada di waktu ramai mahupun di waktu keseorangan, sentiasa nampak muram, susah hatinya amat ketara, orang ramai perasan.
Jika dia seorang cerdik dan pandai atau ada status di dalam masyarakat mungkin setengah orang dia boleh kontrol. Di tengah ramai dia boleh sembunyikan ketidaktenangannya itu untuk menjaga wibawa atau status diri, tapi bila waktu keseorangan dia mulalah termenung. Kesusahan hatinya nampak dilihat di air mukanya. Ada setengah orang mukanya cantik, orangnya periang, happy go lucky, ada kalanya susah juga dikesan. Tapi kalau dia tidak boleh kontrol, lihat muka dapat dikesan. Maka seorang yang periang tiba-tiba jadi pendiam, hilang riang, suka bersendiri, gurauan sudah tidak ada, anak isteri mula risau, kawan-kawan susah hati. Untuk menghilangkan rasa tidak tenang itu, keluar daripada menzalimi dan memohon maaf kepada orang yang kita zalimi itu. Tinggalkan membuat dosa kemudian kembali berpegang dan bersandar kepada Allah SWT. Insya-Allah ketidaktenangan akan hilang.

MENGAPA TARIKH KELAHIRAN RASULULLAH BEGITU AGUNG?

Rabiul Awal bererti awal musim bunga. Kedatangan dan kelahiran Rasulullah pada bulan Rabiul Awal menjadi contoh akhlak yang mulia dan akhlak yang agung adalah umpama bunga yang cantik dan indah di awal musim bunga
Kelahiran Rasulullah SAW merupakan satu peristiwa sejarah yang paling besar dan paling agung yang pernah berlaku di dunia ini. Tiada sejarah yang lebih besar, penting dan agung selainnya, sama ada sebelum atau sesudahnya. Ia adalah sejarah yang telah merubah watak dan peradaban manusia.
Justeru itu, sejarah Rasulullah SAW adalah satu peristiwa yang luar biasa, mengandungi rahsia-rahsia dan perkara yang tersirat pada setiap yang ada hubungkait dengannya walau satu titik, lebih-lebih lagi satu huruf dan satu perkataan. Padanya terkandung rahsia Tuhan yang patut kita kaji dan serlahkan. Mari kita cungkil rahsia dan hikmah di sebalik tarikh kelahiran baginda iaitu: Sebelum Fajar, Isnin, l2 Rabi’ul Awwal, Tahun Gajah.”
Kedatangan Rasulullah SAW membawa rahmat. Sebelum fajar bererti kegelapan sudah akan berakhir dan cahaya adalah umpama rahmat Allah yang akan menjelma.
Isnin dari bahasa Arab bererti dua. Di saat kelahiran baginda, akidah manusia sudah rosak kerana sudah lama ketiadaan Nabi dan Rasul. Hanya dua yang mengenal Tuhan; Zat Tuhan itu sendiri dan baginda Rasulullah SAW. Itulah isyarat dari Tuhan di sebalik kelahirannya pada hari Isnin. Justeru, keIslaman seseorang hanya sah apabila dia mengakui dan menyebut kedua-duanya.
Jika dirujuk pada malam, ia adalah kemuncak kegelapan. Ertinya waktu kelahiran baginda, segala perkara negatif berada di tahap puncaknya.
Jika dirujuk pada siang, ia adalah seterang-terang cahaya matahari. Ertinya kedatangan baginda membawa rahmatdari Tuhan untuk segala alam, bukan hanya untuk manusia, bahkan binatang, kayu kayan, batu batan dan seluruh ciptaanNya. Berkat cahaya rahmat itu, seluruh makhluk mendapat pembelaan dan tidak boleh diperlakukan sesuka hati.
Jika dirujuk pada bulan, ia adalah kemuncak bulan dalam setahun. Ertinya baginda adalah penutup dan kemuncak para Rasul. Rasul terdahulu didatangkan untuk sesuatu kelompok dan zaman sedangkan Rasulullah SAW didatangkan untuksemua etnik, berlanjutan hingga berzaman.
Jika dirujuk pada bintang, ada bintang 12 yang mana ia adalah bintang yang paling terang di antara beribu bintang yang ada. Ertinya kelahiran Rasulullah SAW membawa syariat yang lengkap, petunjuk dan rahmat yang lengkap dari dunia hingga akhirat. Ajaran yang dibawanya paling sempurna berbanding ajaran Rasul-Rasul sebelumnya.
Rabi’ dari bahasa Arab bererti musim bunga. Kedatangan baginda menjadi contoh akhlak yang mulia dan akhlak yang agung adalah umpama bunga yang cantik dan indah di awal musim bunga.
Ia dikaitkan dengan Abrahah dan tentera bergajahnya dari Yaman. Sewaktu dia menyerang Ka’bah, dia telah merampas harta benda termasuk kambing-kambing bapa saudara baginda, Abu Thalib dan datuknya Abdul Muthalib. Akhirnya Abdul Muthalib keluar lalu bersemuka dengan Abrahah. Beliau meminta supaya dipulangkan semula kambingnya kerana ia adalah miliknya. Manakala tentang Kaabah, beliau berkata terpulanglah kepada Abrahah kerana Ka’bah itu bukan miliknya tetapi milik Allah. Jadi, di sini, terbuka rahsia bahawa keluarga Rasulullah saw masih beragama dengan agama Nabi Ibrahim. Ertinya keturunan baginda terpelihara, bersih dan dijaga oleh Allah.

FAKTOR ANAK JADI BAIK?

Mubarak bertugas sebagai khadam kepada Abu Musa. Ketika Abu Musa mengendalikan perniagaan di luar negara, Abu Musa menyerahkan kepada Mubarak segala urusan untuk mengendalikan ladang anggur. Sebaik kembali, Abu Musa minta Mubarak mengambil jenis anggur yang paling manis dari ladangnya.
Abu Musa terkejut serta kehairanan kerana Mubarak tidak mengetahui dan tidak dapat membezakan jenis anggur yang manis dan yang kurang manis. Lalu Abu Musa bertanya kepada Mubarak, ‘Mengapa engkau tidak tahu langsung mengenai anggur aku sedangkan dua tahun engkau menjaganya?.’ Jawab Mubarak, ‘Aku diamanahkan untuk menjaga ladang tuan tapi tuan tidak pernah melafazkan keizinan untuk aku memakan anggur tuan.’
Abu Musa yang merupakan seorang yang warak juga sudah tahu dan faham bahawa Mubarak seorang yang amat jujur dan warak. Lalu Abu Musa jodohkan anak perempuannya dengan Mubarak biarpun Mubarak berkulit gelap. Hasil perkahwinan Mubarak dengan anak perempuan Abu Musa itu maka lahirlah seorang ulama yang popular iaitu Ibnu Mubarak. Bahkan ada pendapat mengatakan bahawa Ibnu Mubarak adalah seorang Wali Allah.
Hampir sama juga dengan sejarah Syeikh Abdul Kadir Jailani, seorang Wali Allah, juga seorang ulama popular. Banyak karamahnya yang di tulis oleh para muridnya. Bermula dengan sejarah seorang pemuda yang memakan sebiji epal hanyut disungai. Lalu datang rasa penyesalan dihatinya. Lantas pemuda itu menyusuri sungai tersebut hingga akhirnya dia bertemu dengan sebuah kebun epal ditepi sungai. Dia bertemu tuan kebun epal untuk minta maaf dan minta dihalalkan epal yang telah dimakannya. Tuan kebun memaafkan tetapi dengan syarat pemuda tersebut mesti berkhidmat kepadanya selama beberapa tahun.
Setelah tamat tempoh khidmat, pemuda tersebut memohon izin untuk bebas. Namun tuan kebun epal menambah satu lagi syarat, iaitu pemuda tersebut mesti mengahwini anak gadisnya yang buta,bisu dan pekak. Pemuda tersebut menyetujui dengan syarat tersebut asalkan dosa memakan sebiji epal hanyut itu Tuhan ampunkan.
Sebaik sahaja selesai majlis penikahan, pemuda tersebut terkejut apabila ucapan salam buat pertama kali untuk isterinya berjawab. Dia keliru adakah dia tersilap bilik atau dia nikah dengan silap orang. Maka pemuda itu kembali kepada bapa mertuanya minta penjelasan. Selesai mendapat penjelasan, maka fahamlah bahawa buta itu bermaksud anak gadis tuan kebun epal itu tidak pernah melihat lelaki lain yang ajnabi. Bisu itu bermaksud tidak pernah berkata-kata yang maksiat dan sia-sia. Manakala pekak itu pula bermaksud tidak pernah mendengar sebarang perkataan yang membawa dosa. Begitulah gambaran solehahnya anak gadis tuan kebun epal itu. Hasil perkahwinan seorang pemuda warak dengan wanita solehah inilah maka Tuhan kurniakan anak yang di kenali sebagai Syeikh Abdul Kadir Jailani.
Dua orang ini hanyalah sebagai contoh sahaja. Kaji dan telitilah sejarah tokoh-tokoh penting yang hebat seperti Umar Ibnu Abd Aziz, Abu Hassan Asyaari, Imam Syafie, Imam Fakhruddin, Imam Ghazali, Imam Sayuti, Salehuddin Al Ayubi, Muhammad Al Fateh, cukup sekadar beberapa nama. Semua mereka lahir daripada zuriat dan keturunan yan soleh dan solehah.
Betapa penting kita umat Islam memahami dan berusaha menghayati faktor ini. Yakni salah satu faktor penting dalam melahirkan anak-anak yang baik. Seringkali ibu bapa mencari panduan terhadap anak-anak yang nakal, degil, keras kepala, liar, sombong, biadab, kurang ajar, terlibat gejala negatif. Sedangkan punca terjadi demikian kepada anak-anak, tidak dapat lari dari sumbangan faktor ibu bapa. Faktor didikan dan asuhan memang penting, namun fakror kesolehan kedua ibu bapa menjadikan didikan dan asuhan akan lebih mudah berhasil dan berjaya.

RAHSIA YANG MANUSIA TIDAK TAHU

Apabila seseorang itu jiwanya tidak tergugat oleh harta, tidak tergugat oleh derita, tidak tergugat oleh orang kata, dia termasuk manusia luar biasa, kerana jiwanya dengan Tuhan saja
Banyak perkara yang manusia ketahui tapi tidak tahu rahsianya di sebaliknya. Antara perkara-perkara yang manusia tahu tetapi mereka tidak tahu rahsianya ialah…
1. Di antara cara mendidik manusia menjadi baik ialah dengan usaha menyakitkan nafsunya.
2. Jika seorang muslim mati bersama sakit zahirnya, maka itu adalah penghapusan dosanya atau dia mendapat darjat di dalam Syurga. Sebaliknya kalau dia mati bersama penyakit batinnya, dia akan ke Neraka.
3. Manusia yang berpenyakit lahir (fizikalnya), sakitnya boleh merosakkan anggotanya sahaja tetapi manusia yang berpenyakit batin boleh merosakkan semua yang ada di dunia. Banyak perkara yang akan dirosakkannya.
4. Sesuatu perkara atau benda yang kita suka, sangat sukar untuk kita tadbir dan mengurusnya. Biasanya selalu sahaja kita melakukan kesalahan di dalam mengurusnya.
5. Banyak orang boleh memperkatakan penyakit batin tetapi gagal mengesannya. Lantaran itulah ada orang waktu menceritakan penyakit sombong, pada masa yang sama dia sedang memakai sifat itu.
6. Mendidik manusia secara tidak formal dan dari sikap diri kita lebih berkesan daripada sekadar memberi ilmu dan teorinya.
7. Ramai manusia dirosakkan oleh makhluk yang paling bodoh, yang tiada akal dan tidak bersekolah iaitu duit dan harta. Bahkan orang yang paling pandai seperti profesor pun dirosakkannya.
8. Bangsa yang mempunyai sifat taqwa dan ilmu akan menguasai manusia lain. Begitu pun banyak bangsa tidak boleh menempuh jalan ini. Maka mereka menguasai bangsa lain dengan kekuatan lahirnya tetapi kerosakannya terlalu banyak.
9. Orang yang memiliki dunia selalunya jiwanya tidak tenang. Orang yang memiliki Allah, jiwanya tenang. Justeru itu orang yang memiliki dunia ada yang membunuh diri sendiri. Ini tidak berlaku kepada orang yang memiliki Tuhan.
10. Orang yang membunuh dirinya sendiri lebih besar dosanya daripada orang yang membunuh orang lain.
11. Kehidupan manusia di dunia ini sebenarnya mudah diselesaikan jika tahu rahsianya. Iaitu dengan iman dan taqwa. Nanti akan berlakulah, pemimpin menaungi dan menegakkan keadilan, orang kaya akan pemurah, orang miskin sabar, orang berilmu memberi ilmu, ulama-ulama memberi nasihat dan mendidik dan pemuda-pemudi memberi tenaga. Semua manusia bermaruah dan bersifat malu. Setiap orang akan mengutamakan orang lain. Anak yang kecil ditunjukkan kasih sayang, anak yang masih bersekolah jangan tunjuk sayang atau benci manakala terhadap anak yang sudah dewasa, tunjukkan kemesraan dan selalu dijadikan kawan berbincang.
12. Seseorang manusia itu akan dikasihi atau diberi simpati kalau dia kenal dirinya dan pandai meletakkan diri pada tempatnya.
13. Telah menjadi tabiat semula jadi manusia setiap orang sukakan keamanan, kasih sayang, simpati, dibantu, dihormati,dan tidak diganggu. Namun adakalanya manusia itu lupa, bahkan lumrah berlaku perkara yang dia tidak suka itu disebabkan oleh dirinya sama ada secara langsung mahupun tidak. Sebagai contoh, apabila seseorang itu zalim, orang lain akan berdendam dan membuat kacau hingga hilang keamanan. Bila tiada keamanan, penzalim juga turut susah dan terancam. Bila orang kaya bakhil, banyak orang dengki dan sakit hati. Risikonya dia juga ikut sama menanggung. Bila seseorang itu sombong, orang benci. Jika berlaku sesuatu keadaan yang menyusahkannya, orang tidak akan ambil peduli dan orang tidak bersimpati. Jadi, sikap kita itulah adakalanya mengundang bala atau kesusahan. Bolehlah kiaskan dengan sikap-sikap yang lain.

APA FAEDAHNYA INGAT MATI SEDANGKAN KITA MAHU KEMAJUAN?

Firman Allah yang bermaksud "Setiap yang bernyawa akan merasai mati dan sesungguhnya pahala kamu akan dibalas pada hari Khiamat." Surah Ali Imran ayat 185. Rasulullah SAW bersabda "Sebelum berlakunya Hari Qiamat, akan terdapatnya kematian yang amat menakutkan dan kemudian dari itu berlakulah tahun-tahun gempa bumi"
Kita masih dan sedang merancang hendak besarkan lagi rumah yang sudah besar. Sedang berkira-kira hendak ambil loan untuk dapat kereta baru. Bersuka-suka dengan perempuan yang tidak halal. Ingin bahkan rebut jawatan, pangkat, gaji besar supaya dapat berbangga, menunjuk-nunjuk, bermewah-mewah. Gila puji, gila dunia, sombong, takabur, dengki, dendam, bakhil dan macam-macam lagi sifat jahat lahir mahupun batin yang kita jadikan mainan hidup kita.
Walhal kalau kita sedar dan rasa yang kita akan mati, tentulah semua kejahatan itu dapat kita elakkan. Tentu rumah yang ada sudah cukup, bahkan mungkin hendak dikecilkan lagi, sebab takut dihisab nanti. Tentu tidak ambil riba lagi dan tidak bantu bank-bank riba. Bahkan duit-duit simpanan pun dikeluarkan dari bank dunia dimasukkan ke bank akhirat. Tentu sudah takut hendak bergaul bebas dengan perempuan yang haram bagi kita. Bahkan hendak pandang pun takut. Takut zina mata. Takut mata itu nanti dibakar oleh api neraka. Sudah takut hendak pegang jawatan besar dan gaji besar sebab itu semua akan memberatkan dan menyusahkan hisab di Padang Mahsyar. Takut hendak bermewah apalagi membazir, kerana takut tidak dapat jawab dan tidak lepas dari hukuman Allah. Sebab itu semua itu di serahkan kepada tabung jihad, tabung akhirat. Dengan harapan untuk bermewah di akhirat.
Pendek kata apa juga perkara yang boleh menyusahkan kita di alam Barzakh dan di alam kubur nanti tentu kita elakkan sedaya mungkin. Hatta soal-soal hati pun dijaga, jangan biarkan busuk dan kotor kerana hati begitu nanti tidak selamat juga daripada dibakar oleh api neraka.
Firman Allah yang bermaksud: Pada hari itu (hari kita pergi mengadap Allah) tidak berguna lagi harta dan anak kecuali mereka yang pergi membawa hati yang selamat. (Surah As Syuara` : 89)
Kerana itu orang yang sedar dan rasa dia akan mati bukan saja membersihkan amalan lahir tetapi hati pun dijaga betul. Supaya kekotoran sifat mazmumah diganti oleh mahmudah. Selagi hati masih kotor dan selagi dosa-dosa lahir masih dibuat, selama itu kita tidak rasa tenang dan bahagia. Sebab takut dan rasa tidak selamat dari hukuman Allah di alam barzakh dan di akhirat. Tapi kalau ada orang yang masih rasa tidak apa dan rasa seronok dengan maksiat lahir mahu pun batin, orang itu sebenarnya tidak sedar yang dia akan mati. Orang begini adalah orang yang bodoh.
Kata Rasulullah, orang yang paling cerdik ialah orang yang banyak ingat mati. Maknanya orang yang paling bodoh ialah yang langsung tidak fikir tentang mati. Lebih kurang macam kambing yang walaupun nampak pisau di tangan tuannya, sedang dihala ke lehemya, bakal mengambil nyawanya, tapi dia masih ketawa dan manis muka. Bodoh betullah dia.Tetapi tidak apalah, sebab dia kambing. Kambing tidak akan disoal oleh mungkar nakir. Tidak akan dihisab di Padang Mahsyar. Apa hal dengan manusia yang macam kambing? Ataukah mereka rasa lepas mati kita tidak hidup lagi? Itu satu perkiraan yang tidak wajar. Sebab kehidupan di dunia perlu diadili. Kerana itu Allah akan bangunkan sekali lagi untuk satu pengadilan dan kira bicara yang mutlak.Agar hidup benar-benar bermakna pada semua orang.
Ayat Al Quran: Tiap-tiap yang bernyawa akan merasai mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cubaan yang sebenarnya dan hanya kepada Kamilah, kamu dikembalikan. (Al Anbiya` : 35)
Ya, mati pasti datang! Dan kita akan dihidupkan kembali untuk dipersoalkan tentang apa-apa yang Allah pertanggungjawabkan pada kita di dunia. Soalnya bilakah masanya kita akan mati? Jawabnya kematian itu mungkin akan berlaku sejam lagi! Mati boleh datang sedetik lagi! Jawabnya kematian itu mungkin akan berlaku seminit lagi. Mati boleh datang sedetik lagi! Jangan kita nafikan hal ini. Jangan kita remehkan hal ini, bahawa Allah cukup kuasa untuk mematikan kita sebentar lagi.Kalau kita tidak gentar dengan keperkasaan Allah ini, cuba doakan agar Allah tarik nyawa kita sekarang juga. Jangan fikir Allah tidak buat.Allah boleh matikan seluruh manusia di dunia sekaligus sekelip mata. Begitu kuasa Allah. “Jadi!” Maka jadilah.Cuma Allah tidak berbuat begitu.Dia benarkan lagi kita hidup untuk beberapa waktu lagi agar sempat lagi kita hidup untuk beberapa waktu lagi agar sempat lagi kita taubat dan menambah bakti dan mengabdikan diri padaNya.
Ingat Firman Allah: Tidak aku jadikan jin dan manusia melainkan untuk menyembah Aku ( Ad Dzariat : 56)
Maknanya Allah panjangkan lagi umur kita ini dengan tujuan memberi peluang lagi kita mencari jalan untuk menyembah-Nya. Sebab itulah setiap kali Allah bangunkan kita untuk hidup sehari lagi, dan sehari lagi, syukurlah banyak-banyak sebab Allah beri peluang lagi untuk kita mencari dan menambahkan lagi bekal untuk perjalanan dan hidup di akhirat. Serta mintalah pada Allah hidayah dan taufik untuk hari itu dan hari-hari berikutnya, agar dapat kita gunakan sepenuhnya untuk dan kerana Allah.
Dalam pada itu kita mesti selalu ingat bahawa bila-bila masa saja Izrail boleh datang menjemputl kita untuk kembali ke hadrat Allah. Memang Izrail tiap-tiap hari menjenguk atau memandang kita. Dua kali sehari. Dia lihat kalau kalau sudah tiba masanya untuk kita dibawa ke alam barzakh. Izrail tidak pernah cuti. Kalau begitu nyawa kita boleh diambil bila-bila saja. Mungkin seminit dari sekarang!
Masya-Allah! Cuba kita rasakan benar-benar yang kita boleh jadi mati seminit lagi. Aduh! Akan jadilah sepertimana orang yang dihukum gantung, yang dibincangkan di awal tadi. Nescaya kita tidak berani lagi hendak buat maksiat kecil atau besar. Bukan saja maksiat, bahkan perkara harus pun sudah tidak lalu. Panggang hati atau ayam pun kalau dihidang tidak ada makna. Isteri muda yang cantik molek pun dibawa, kita tidak ada mood lagi. Yang kita fikir ialah dosa-dosa yang bertimbun. Tentu akan kejar sana, kejar sini, cari orang yang kita ada buat dosa, untuk minta maaf. Panggil siapa sempat untuk wasiat agar bayar hutang, wakafkan harta benda, keluarkan duit di bank. Sambil itu menangis dengan Allah minta ampunkan dosa-dosa. Minta tangguh kalau boleh agar beri masa untuk buat segala-gala amal soleh. Hati tidak fikir lain lagi melainkan Allah, Allah, Allah.
Itulah faedahnya ingat mati. Kita akan takut dengan dosa, bahkan amal yang sia-sia pun tidak terbuat lagi. Ingat mati benar-benar kontrol kita untuk minta ampun dengan Allah dan dengan manusia. Tidak terfikir lagi hendak derhaka pada Allah dan hendak bersengit-sengit hati dengan kawan-kawan. Di samping itu ingat mati akan tambah kekuatan untuk membangunkan amal kebaikan dan berkorban serta berjuang menegakkan agama Allah. Kita tidak fikir panjang lagi untuk korban segala-galanya di jalan Allah. Tidak letih lagi berjuang untuk menegakkan hukurn Allah. Inilah yang dimaksudkin oleh Rasulullah bahawa orang cerdik ialah orang yang banyak ingat mati Yang mana, hasil ingat akan mad akan tercetuslah segala kebaikan dan hapuslah sikap jahat kita. Bukannya bila ingat mati langsung tidak mahu keluar rumah. Hendak sembahyang saja.
Itulah perangai orang jahil. Orang yang faham Islam, bila sebut mati maka berlompatanlah mereka berjuang, membangunkan Islam agar mati syahid. Sebab kematian yang paling mulia ialah mati syahid. Rasulullah dan para sahabat ialah generasi umat Islam yang sangat banyak ingat mati. Apakah mereka bangsa yang pasif dan jumud? Tidak. Di tangan merekalah 3/4 dunia menyerah pada Islam. Mereka berhabis-habisan menyerah tenaga, fikiran dan segala-galanya untuk Allah, sebagai simpanandi akhirat nanti.
Itulah hasil ingat mati. Dan kalau kita boleh ulangi sikap ini (sentiasa ingat mati) nescaya kita juga jadi bangsa yang sentiasa bertenaga untuk berkorban dan berjuang di jalan Allah demi menegakkan Islam ke seluruh dunia. InsyaAllah

GAMBARAN DETIK KEMATIAN

Katakanlah (wahai Muhammad): "Sebenarnya maut yang kamu melarikan diri daripadanya itu, tetaplah ia akan menemui kamu; kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata, lalu Ia memberitahu kepada kamu apa yang kamu telah lakukan " Surah Al Jum'ah Ayat 8
KEMATIAN adalah sesuatu yang menakutkan tetapi detik itu pasti ditempuhi oleh setiap orang. Sudah menjadi ‘sunnatullah’ dari Allah, hendak menjadikan sesuatu itu dengan sebab-sebab yang tertentu. Adakalanya kematian disebabkan oleh sakit, dilanggar kenderaan, bunuh diri, mati disebabkan oleh peperangan dan berbagai lagi bentuk atau cara manusia menemui kematiannya.
Di dalam Al Quran Allah SWT lelah berfirman yang bermaksud: “Setiap yang ada diatas muka bumi ini akan binasa dan yang kekal hanyalah zat Tuhan yang Maha Mulia dan Maha Besar.” Ar Rahman : 27
“Setiap yang bernyawa akan menemui kematian.” Al Anbia : 35
“Sesungguhnya mati yang kamu ingin lari daripadanya itu ia akan menemui kamu.”
Al Jum’ah : 8
Diriwayatkan dari nabi SAW, bahawa baginda bersabda yang bermaksud: “Roh orang-orang mukmin itu tidak akan keluar sehingga dia melihat tempatnya di syurga, dan roh orang kafir ilu tidak akan keluar sehingga dia melihat tempatnya di neraka. Mereka (para sahabat) sama-sama berkata: “Ya Rasulullah, bagaimana orang mukmin dapat melihat tempatnya di syurga dan orang kafir dapat melihat tempatnya di neraka?” Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menciptakan Malaikat Jibril dengan sebaik-baik rupa yang mempunyai 600 sayap. Diantara sayap-sayap itu terdapat dua sayap berwarna hijau, seperti sayap burung Kasuari. Apabila dia mengembangkan sayap-sayapnya, maka meliputi apa-apa yang terdapat di antara langit dan bumi. Di sayap yang kanan terdapat gambaran syurga dengan apa-apa yang terdapat didalamnya bidadari, istana, kamar-kamar bertingkat, para khadim, para pembantu dan anak-anak.
Di sayap kiri terdapat gambaran neraka Jahannam, dan apa-apa yang ada di dalamnya; kala jengking, kamar-kamar berlantai rendah dan malaikat Zabaniyahnya. Apabila ajal sesaorang hamba telah tiba, masuklah sekelompok Malaikat pada urat-uratnya serta menyerap rohnya melalui kedua telapak kakinya sampai ke lutut. Kemudian keluar. Lalu masuk lain kelumpuk yang kedua yang menyerap rohnya dari lututnya sampai ke pusatnya lalu keluar pula.
Masuk pula kelompok yang ketiga yang menyerap rohnya dari perut bahagian pusatnya sampai ke dadanya lalu keluar. Lalu masuklah kelompok Malaikat yang keempat, yang menyerao rohnya dari dada sampai ke tenggoroknya; sebagaimana firman Allah Taala yang bermaksud: “Maka kalau (engkau dapat, mengapa) tidak (engkau) kembalikan, ketika roh sudah sampai ke tenggorokan; padahal ketika itu kamu sekelian menyaksikan.”
Pada saat itu, apabila dia seorang mukmin Jibril a.s. akan memaparkan sayapnya yang kanan sehingga dia melihat tempatnya di syurga serta merindukanya dan terus-menerus memerhatikanya dan tidak mengalihkan pandanganya walaupun ayahnya, ibunya atau anak-anaknya oleh sebab rindunya kepada tempat itu. Apabila dia itu orang munafiq, malaikat Jibril a.s. memaparkan sayapnya yang di kirinya sehingga dia dapat melihat tempatnya di neraka Jahannam dan dia terus memperhatikanya dan tidak dapat melihat yang lainnya walaupun ayahnya, ibunya dan anak-anaknya sendiri oleh sebab susahnya (memikirkan) tempatnya ilu.
Berbahagialah untuk orang yang kuburnya merupakan tamansari dari berbagai tamansari syurga dan celakalah orang yang kuburnya merupakan liang dari berbagai liang neraka.
Nabi SAW bersabda: “Seandainya rasa sakit sehelai rambut dari seorang mayat itu diletakkan si atas langit dan bumi, nescaya matilah penduduk langit dan bumi dengan izin Allah Taala. Kerana tiap-tiap rambut itu mengalami mati, dan mati itu tidak terjadi pada sesuatu melainkan mati pula bersama-sama semua anggotanya.”
Di dalam sebuah hadis dikatakan: “Apabila dikehendaki Allah akan menyabut jiwa sesaorang mukmin maka datanglah malaikat maut ke mulut si mukmin itu untuk menyabut jiwanya, maka keluarlah zikir dari mulutnya seraya berkata: Tidak ada jalan untukmu dari arah (jalan) ini, sebab sesungguhnya si mukmin telah membuat lidahnya untuk selalu berzikir kepada Tuhartku.”
Malaikat pun kembali kepada Tuhan seraya mengatakan: “Demikian, demikian” Maka Allah berfirman: “Cabutlah dari arah lain.”
Malaikat pun mendatanginya dari arah tanganya. Maka keluarlah dari tangan mukmin itu sedekah, beliau berkasih sayang kepada anak yatim, menyampaikan ilmu pengetahuan serta pukulan dengan pedang dalam membela agama-Nya dan tangan itu pun berkata seperti yang dilakukan lidah (mulut).
Lalu malaikat datang kearah kaki, dan kaki pun berkata seperti yang pertama, “Sesungguhnya aku telah berjalan dengan kaki untuk mengerjakan sembahyang berjemaah beberapa kali sembahyang Hari Raya serta menghadiri pengajian-pengajian.”
Kemudian malaikat datang ke arah telinga, telinga pun berkat seperti yang pertama: “Sesungguhnya dia (si mukmin) lelah mendengarkan al Quran dan berzikir dengan aku (telinga).”
Lalu malaikat datang ke arah mala, matapun menyambutnya seperti yang pertama: “Sesungguhnya dia telah menggunakan aku (mata) untuk melihat al Quran dan beberapa kitab. Lalu malaikat maut kembali kepada Allah seraya berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya saya telah dikalahkan oleh alasan-alasan anggota badan hamba yang beriman, maka bagaimanaaku dapat mencabut ruhnya?”
Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: “ Apabila seseorang manusia itu meninggal, maka terputuslah segala pahala amalannya, melainkan tiga amalan yang kekal berterusan walaupun selepas kematian, iaitu amalan soleh, sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang soleh kepada kedua ibu bapanya”. Hadis Riwayat Muslim
Allah Taala pun berfirman: “Tuliskanlah asma Ku di telapak tanganmu serta tunjukkanlah kepada ruhnya dari orang yang beriman itu”. Maka ruh dari yang beriman itu melihatnya serta mencintai-Nya lalu keluar dari mulutnya.”
Inilah berkat Asma Allah, sehingga hilanglah rasa sakit ketika dicabutkan nyawa dari badan orang mukmin. Namun begitu Rasulullah telah menggambarkan bahawa “Jiwa orang yang beriman itu keluar dari badan kasamya sebagaimana rambut yang keluar dari adunan roti.”
Diriwayatkan bahawa Nabi Isa a.s. telah menghidupkan beberapa orang yang telah meninggal dunia dengan izin Allah. Maka sebahagian orang kafir berkata: “Sesungguhnya engkau telah menghidupkan orang-orang yang telah mati yang masih baru, yang mungkin mereka itu belum benar-benar mati. Maka cubalah hidupkan untuk kami orang yang telah mati pada zaman yang awal dahulu.”
Kata Nabi Isa a.s.: “Pilihlah!” Mereka berkata “Hidupkanlah untuk kami Sam bin Nuh.” Nabi Isa a.s. pergi ke kuburanya lalu mengerjakan sembahyang dua rakaat dan berdoa kepada Allah.
Sam bin Nuh pun hidup kembali, sedangkan rambutnya serta janggutnya sudah memutih. Kata Nabi Nuh a.s. “Mengapa rambutmu menjadi putih (beruban) seperti ini sedangkan dimasa hidupmu dulu belumlah demikian?”
Berkata Sam bin Nuh: “Saya telah mendengar panggilanmu dan saya mengira hari kiamat telah tiba. Sesungguhnya rambut dan janggul saya berubah menjadi putih kerana takutnya hari kiamat”.
Berkata Nabi Isa a.s.: “Semenjak berapa tahun engkau meninggal?”
Kata Sam: “Semenjak 4000 tahun, tetapi belum lagi hilang rasa sakit dari sakaratul maut.”
Rasulullah SAW bersabda: Allah SWT telah mengirimkan kepada orang-orang kafir (termasuk juga orang-orang munafik dan orang mukmin derhaka) 99 ekor ular yang besar-besar dan ular-ular itu akan menggigit dan mengetit dengan amat bisanya ke atas mayat itu hingga ke hari Qiamat. Jika sesekor dari ular itu datang ke atas muka bumi lalu menghembuskan nafasnya yang bisa itu ke muka bumi ini, nescaya tidak ada satupun yang akan tumbuh di muka bumi ini.
Begitulah dahsyatnya siksa yang akan diterima oleh orang-orang munafik, orang-orang kafir serta orang-orang mukmin yang derhaka ketika berada di alam kubur. Bukan saja ular-ular itu besar dan menggerunkan, malah ia akan mengetit dan menggigit dengan gigitan yang berbisa sekali. Diibaratkan bahawa kalau hembusan nafasnya yang bisa itu ditiup ke muka bumi, nescaya tidak ada satu tumbuhan pun yang dapat hidup di muka bumi ini.
Lagi satu siksa yang diterima oleh mayat yang derhaka kepada Allah di dalam kubur ialah siksa himpitan kubur. Kubur yang sempit itu akan menghimpit mayat hingga berselisih tulang-tulang rusuk. Kubur akan menghimpit si mayat apabila dia tidak dapat menjawab soalan-soalan yang ditanya oleh malaikat Mungkar dan Nakir.
Selain dari itu, azab yang akan diterima oleh si mayat di alam kubur ialah azab yang didatangkan oleh malaikat ketika salah satu dari pintu neraka dibukakan. Api dari pintu neraka itu akan menyembur dan menuju ke alam barzakh tempat mayat itu disiksa. Jadi, di alam barzakh lagi, manusia sudah menerima sebahagian kecil daripada azab api neraka.
Sepertimana yang telah kita sebutkan, bagi orang-orang mukmin yang sejati atau orang-orang mukmin yang soleh, dia terlepas dari sebarang siksa kubur hatta malaikat Mungkar dan Nakir yang begitu ganas dan garang pun menjadi lemah lembut dengan mereka. Bagi mereka, alam barzakh ialah tempat mereka berehat dengan penuh keindahan dan kenikmatan. Allah datangkan untuk mereka nikmat-nikmat yang banyak sepertimana nikmat di dalam Syurga. Setengah daripada nikmat untuk mereka ialah Allah perluaskan kubur mereka hingga 70 hasta lebar. Dan kemudian Allah panjangkan kubur itu sehingga 70 hasta panjang. Maka berehatlah si mayat di dalam rumahnya yang begitu lebar dan luas sehingga ke hari qiamat.
Setelah Allah perluas dan Allah perpanjangkan kubur orang soleh, Allah bukakan salah satu daripada pintu Syurga. Maka mengalirlah sebahagian daripada nikmat Syurga termasuk makanan yang lazat-lazat, rasa keseronokan dan keindahan yang tidak terkira dan lain-lain nikmat Syurga. Cuma ulama-ulama tidak pernah menyebut tentang nikmat bidadari Syurga bagi mereka yang berehat di alam barzakh. Begitu juga, di alam barzakh tidak ada pelayan-pelayan sepertimana yang terdapat di dalam Syurga. Ertinya, di alam barzakh, masing-masing adalah bersendiri sahaja. Walaupun bersendirian, tetapi dia masih seronok dan gembira. Hidupnya di alam barzakh penuh bergemerlapan, diterangi oleh cahaya-cahaya dan suasana Syurga.
Cahaya yang meneranginya di alam kubur adalah dari lampur yang cantik dan indah, memberikan dia rasa yang nyaman tidak panas dan tidak juga sejuk. Kemudian Allah datangkan kepadanya salah satu daripada pohon syurga. Maka adalah baginya buah-buahan yang lazat-lazat di samping ada air yang mengalir. Yang demikian, kata ulamak, jadilah suasana di alam barzakh bagi orang-orang mukmin yang soleh seperti suasana malam bulan purnama setiap saat dan ketika sehinggalah dia dihimpunkan di padang Yauma Mahsyar kelak.
Demikianlah serba sedikit gambaran terhadap peristiwa-peristiwa yang berlaku kepada manusia di alam barzakh atau di dalam kubur sama ada yang telah berlaku iaitu bagi mereka-mereka yang telah mati lebih dahulu dari kita ataupun yang akan berlaku ke atas kita-kita semua apabila kita mati kelak. Dan pada masa ini, peristiwa-peristiwa itu sedang menimpa mereka-mereka yang berada di alam barzakh. Khususnya bagi orang-orang munafik dan orang-orang kafir, mereka ini sedang menerima siksa dan azab yang tidak henti-hentinya.
Firman Allah SWT yang bermaksud: "Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat diwaktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya sambil berkata,'Keluarkanlah nyawamu! Di hari ini, kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan kerana kamu selalu mengatakan terhadap Allah perkataan yang tidak benar, dan kerana kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya" (Surah Al-An'am Ayat 93)
Begitu jugalah bagi orang-orang mukmin yang derhaka, ingkar dan mungkar terhadap perintah-perintah Allah yang ketika di dunia dulu mengakui Islam tidak mahu hidup menurut yang dikehendaki oleh Islam tetapi sebaliknya lebih suka hidup menurut cara-cara yang lain dari Islam seperti cara orang Yahudi, cara orang Nasrani, cara orang barat, cara orang timur dan sebagainya, maka bagi mereka ini juga kini sedang menerima azab siksa kubur yang keadaannya adalah seperti azab di dalam neraka Allah.
Cuma, bagi orang mukmin yang sebenar-benarnya iaitu orang mukmin yang taat mengerjakan perintah Allah, membuat perkara yang disuruh sama ada yang fardhu mahupun yang sunat dan meninggalkan perkara yang dilarang dan yang diharamkan oleh Allah SWT, sama ada yang haram ataupun mereka yang makruh, bagi mereka ini alam barzakh ataupun alam kubur adalah tempat mereka berehat dan tempat mereka mentenangkan hati. Kini mereka sedang menikmati sebahagian daripada nikmat-nikmat Syurga yang Allah anugerahkan kepada mereka.
Kita yang masih hidup ini hendaklah menjadikan cerita-cerita yang diriwayatkan dari hadis-hadis sahih Rasulullah SAW ini mengenai peristiwa alam kubur sebagai satu pengajaran yang wajib kita pegang dan kita yakini supaya kita dapat mengatur langkah-langkah yang wajar bagi mengelakkan diri kita daripada siksa dan azab di alam barzakh. Caranya ialah dengan benar-benar menyusun dan mengatur setiap aspek kehidupan ini mengikut yang dikehendaki oleh ajaran Islam, ajaran Allah dan Rasul serta ajaran Al Quran dan sunnah Rasulullah SAW. Sama ada dalam kita mengatur diri kita, dalam kita mengatur rumahtangga kita, dalam kita mengatur anak isteri kita, dalam kita mengatur usaha ikhtiar kita, dalam kita mencari rezki, mencari ilmu pengetahuan dan lain-lainnya, semuanya itu hendaklah mengikut yang dikehendaki oleh Al Quran dan sunnah. Setiap aspek kehidupan kita itu mestilah menurut ajaran Islam, barulah kita akan terselamat di akhirat nanti.
Kemudian, satu peristiwa lagi yang beriaku kepada semua manusia di alam barzakh ialah ketika telah temat riwayat alam zahir ini ataupun alam dunia ini. Ketika itu, Allah akan perintahkan kepada malaikat bernama Israfil untuk meniup Sangkakala yang pertama yang akan mematikan seluruh isi langit dan isi bumi dengan kematian yang amat mengejut. Datangnya tiupan Sangkakala yang pertama ini amat menakutkan setiap yang masih hidup hingga ke saat itu kerana bunyinya yang amat dahsyat yang tidak pernah didengar oleh setiap makhluk selama itu. Tidak satu pun makhluk yang bernyawa dapat terselamat. Semuanya akan mati termasuklah iblis dan syaitan yang sentiasa mengajak dan menarik manusia melakukan maksiat.
Jadi, riwayat iblis yang engkar dan derhaka kepada Allah SWT, yang bersumpah untuk memusnahkan manusia dan meminta agar dipanjangkan umurnya, berakhir dengan tiupan Sangkakala yang pertama ini. Riwayat kejahatan iblis sepertimana yang kita kelahui bermula dari nenek moyang kita Nabi Adam as dan isterinya Siti Hawa. Iblis dapat masuk ke dalam Syurga dan menghasut isteri Nabi Adam melakukan satu kesalahan hingga menyebabkan mereka disingkir keluar dari Syurga ke alam dunia yang hina dina ini. Perbuatan iblis telah menyebabkan Nabi Adam dan isterinya terpisah selama lebih kurang 40 tahun di atas bumi yang tandus dan gersang sehinggalah mereka bertemu kembali di Padang Arafah.
Cuma, apa yang beriaku kepada Nabi Adam dan isterinya adalah hikmah besar kepada umat-umat yang akan terjadi selepas dari itu. Perlakuan Nabi Adam dan isterinya yang bertemua di Padang Arafah telah menjadi syariat kepada setiap umat Islam selepas itu supaya berhimpun di Padang Arafah pada hari 9 zulhijjah.
Daripada penipuan iblis buat pertama kali yang beriaku kepada Nabi Adam dan isterinya itu, seterusnya berlakulah penipuan-penipuan yang lain kepada umat manusia hinggalah ke saat tiupan Sangkakala yang pertama tadi. Telah ramailah manusia yang tertipu dan terjebak ke dalam perangkap jahat iblis dan syaitan. Telah ramailah manusia yang berjaya ditipu dan dihasut oleh iblis serta anak-anak buahnya yang begitu ramai sekali. Buktinya, lebih dari 3/4 umat manusia adalah yang kafir, yang munafik dan yang derhaka kepada Allah SWT kerana telah berjaya dipesongkan akidah mereka oleh iblis dan syaitan.
Jadi, iblis dan syaitan begitu panjang sekali umurnya yang hidup di kalangan umat manusia. Ketika hidupnya, setiap manusia lelah dihasut dan digoda hingga jatuh ke dalam perangkapnya. Hatta isteri para Rasul dan para Nabi yang kemudian dari Nabi Adam pun, banyak yang tertipu daya oleh iblis dan syaitan. Malah isteri Rasulullah pun, cemas-cemas juga terperangkap dengan hasutan iblis dan syaitan. Sebab itulah, isteri-isteri kita hendaklah berhati-hati kerana hasutan iblis dan syaitan adalah terlalu halus dan bijak. kalau isteri Rasul-rasul pun boleh terperangkap, apa lagilah dengan isteri-isteri kita yang imannya lemah dan longgar. Mudah sekalilah iblis dan syaitan menggoda mereka.
Carilah kawan atau cintalah kawan sebanyak-banyaknya Untuk menjadi sahabatmu ketika sakaratul maut Di waktu itu selain kawan tidak ada siapa yang menolongmu Juga di dalam kubur, sahabatmulah yang akan berada bersama-samamu Orang lain janganlah diharapkan. Hinggalah sampai ke Padang Mahsyar, kawan juga yang akan membantu kawan. Selain itu semuanya lari dan menjauhkan diri. Yang dimaksudkan kawan yang akan membela kita di sini. ialah amal soleh kita...
Malah, bukan saja para isteri dan para kaum perempuan saja yang perlu berhati-hati terhadap godaan iblis dan syaitan ini, para-para suami dan kaum lelaki juga wajib berhati-hati dan hendaklah sungguh-sungguh berusaha melawan kehendak iblis dan syaitan, melawan nafsu dan ikhlas beribadah kepada Allah SWT. Yang demikian sahajalah syaitan akan takut dan akan lari daripada kita. Hendaklah kita faham dan perhatikan sungguh-sungguh tipu daya syaitan ini ialah dengan hati kita sentiasa menyebut nama Allah, hati kita sentiasa mengingati Allah SWT. Iblis dan syaitan adalah makhluk Allah juga dan kalau kita sentiasa mengingati Allah, Dia-lah yang akan menolong kita menjauhkan iblis dan syaitan itu.
Jadi, iblis dan syaitan yang jahat dan yang panjang umur itu akan mati juga apabila bertiup Sangkakala yang pertama. Malah malaikat-malaikat juga mati semuanya, kecuali mereka-mereka yang masih dikehendaki hidup oleh Allah SWT seperti Bidadari-bidadari Syurga, pelayan-pelayan Syurga dan setengah-setengah malaikat. Jadi, tidak ada siapa yang boleh terlepas daripada mati. Ini telah ditegaskan oleh Allah SWT di dalam Al Quran: “Setiap yang bernyawa pasti akan menemui mati.” Al Imran: 185
Ertinya, setiap makhluk yang hidup sama ada yang di bumi, di lautan, di langit dan di mana saja, semuanya akan mati. Manusia, jin, iblis, syaitan, malaikat, binatang- binatang dan lain-lain makhluk yang bernyawa, semuanya akan mati. Dan setelah semuanya mati, maka tenanglah segala-galanya. Semuanya sudah tidak ada lagi melainkan Syurga, Neraka, Arasy, Kursi, Luhmafudz dan juzuk-juzuk yang Allah kekalkan, secara kekal Aradhi. Cuma, Zat Allah SWT adalah kekal abadi dengan kekal yang wajib dan kekal yang tiada kesudahan kerana wujudnya Allah adalah wujudnya yang tiada pcrmulaan. Dan keadaan yang lenang ini akan berlalu selama kira-kira 40 tahun. Dalam masa 40 tahun inilah, seluruh manusia yang berada di alam kubur juga tenang dan tidur, sama ada yang mukmin mahupun yang kafir.